
Semarang — Sabtu (7/2), Nazih Sadatul Kahfi dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Jenjang S2 Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan pada prosesi Wisuda Magister ke-66 UIN Walisongo Semarang tahun 2026. Nazih merupakan mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif 3,90 dan masa studi 1 tahun 9 bulan 4 hari.
Pencapaian gelar wisudawan terbaik tidak hanya ditopang oleh IPK yang tinggi, melainkan juga kontribusi aktif dalam dunia akademik. Ia memiliki produktivitas publikasi artikel ilmiah dan partisipasi dalam berbagai konferensi internasional.
Nazih mengungkapkan bahwa pencapaian ini ia syukuri sebagai hasil dari proses panjang selama menempuh studi.
“Saat pertama kali mendengar pengumuman sebagai wisudawan terbaik, saya langsung sujud syukur. Perasaan saya campur aduk antara terkejut, bahagia, dan haru. Ini bukan target sejak awal, tetapi buah dari fokus pada proses belajar dan memberikan yang terbaik di setiap tahapnya,” ungkapnya.
Selama menempuh masa studi, Nazih berhasil menerbitkan puluhan artikel ilmiah yang membahas isu-isu strategis dalam pendidikan Islam, moderasi beragama, hingga integrasi pendidikan dengan tantangan era Revolusi Industri 4.0. Beberapa karyanya telah banyak diterbitkan pada Jurnal Terindeks Sinta, seperti: “Integration of Theology and Science and Technology: Transforming Islamic Education Towards the Golden Generation of 2045”, Artificial Intelligence in Islamic Religious Education: Balancing Learning Efficiency And Safeguarding Spiritual Integrity In Indonesian Higher Education, dan Analysis of Difficulties in Understanding Arabic Text: A Case Study at Al-Azhar Yogyakarta Boarding School.
Tak hanya aktif menulis, Nazih juga tercatat sebagai pemakalah (presenter) dalam berbagai konferensi internasional, seperti Annual Interdisciplinary Conference on Muslim Societies (AICOMS), International Conference on Islam, Science, Language, Law, Education, Economics, and Humanity (IC-ISLEH), hingga International Conference on Religion and Environment (ICRE). Aktivitas ini menunjukkan konsistensinya dalam menyebarluaskan gagasan akademik pendidikan Islam di forum global.
Dalam tesisnya yang berjudul “Pengembangan Video Animasi 3D dengan Plotagon Story untuk Meningkatkan Keterlibatan Siswa dalam Pembelajaran PAI-BP di SMP”, Nazih mengintegrasikan teknologi digital dengan nilai-nilai pendidikan Islam. Penelitian tersebut menegaskan bahwa media animasi 3D mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara signifikan dalam pembelajaran, sejalan dengan visi Unity of Sciences yang menjadi ciri khas UIN Walisongo.
Selain unggul di bidang akademik, Nazih juga aktif dalam organisasi dan pengabdian masyarakat. Ia tercatat sebagai Koordinator CIB Pascasarjana UIN Walisongo, pengurus IKA-PMII, Koordinator Pengembangan Organisasi ISNU, serta Relawan Masjid Berdampak Kementerian Agama RI. Menurutnya, keterlibatan organisasi justru memperkaya pengalaman dan melatih kedisiplinan dalam mengelola waktu.
“Prestasi akademik dan organisasi bisa berjalan beriringan jika dikelola dengan baik. Kuncinya ada pada manajemen waktu dan komitmen,” tegas Nazih.
Nazih merencanakan ingin mengabdikan diri di dunia pendidikan sebagai langkah awal pengamalan ilmunya, sembari menyiapkan rencana jangka panjang untuk melanjutkan studi ke jenjang doktoral (S3).
Prestasi Nazih Sadatul Kahfi diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa UIN Walisongo untuk terus berprestasi, produktif secara ilmiah, serta berkontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan yang dimilikinya.
Penulis: Nurul Laely Mahmudah
